Ayah Ini Bangun Tenda di Atas Bukit Demi Kuliah Online Sang Anak, Karena Tidak Ada Sinyal
By: Date: 16/01/2021 Categories: Berita Inspirasi Tags:

Ayah Ini Bangun Tenda di Atas Bukit Demi Kuliah Online Sang Anak, Karena Tidak Ada Sinyal

Ayah Ini Bangun Tenda di Atas Bukit Demi Kuliah Online Sang Anak, Karena Tidak Ada Sinyal

Pandemi Corona Covid-19 yang menyebar ke semua dunia pastinya memicu penduduk mesti membiasakan diri dengan formalitas baru yang ditetapkan pemerintah. Setiap negara pastinya bakal jalankan ragam usaha dan menerapkan banyak peraturan untuk penduduk di tengah pandemi kala ini.
Bandar Taruhan
Menghindari kerumunan merupakan tidak benar satu usaha merawat diri berasal dari penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, sejak pandemi Corona Covid-19 mewabah di Indonesia, pemerintah terasa menerapkan studi online baik itu untuk siswa ataupun mahasiswa. Tak cuma di Indonesia, negara lain termasuk menerapakan peraturan tersebut sehingga mengurangi angka positif Covid-19 di negara tersebut.

Namun, tidak semua siswa dan mahasiswa meraih sarana yang gampang dijangkau saat studi online. Semenjak diberlakukan studi online atau studi berasal dari rumah, banyak cerita haru sekaligus menginspirasi berasal dari banyak orang yang tersebar di media sosial. Pasalnya kesungguhan dan semangatnya sehingga dapat studi online amat luar biasa.

Dukungan berasal dari keluarga pastinya jadi suntikan semangat tersendiri bagi siswa ataupun mahasiswa yang kesulitan studi online di kala pandemi. Seorang ayah asal Malaysia memberi tambahan semangat kepada buah hatinya dan berusaha untuk memberi tambahan sarana yakni dengan membangun tenda diatas bukit sehingga sang putri dapat studi online dengan lancar.

Berikut Liputan6.com merangkum berasal dari World of Buzz berkenaan kisah haru sekaligus menginspirasi seroang ayah yang bangun tenda di atas bukit untuk anak studi online, Selasa (1/12/2020).

Bangun Tenda Diatas Bukit

Sulitnya jaringan internet memicu ayah yang bernama Mohd Azmi ini membangun tenda untuk kuliah online sang anak di Bukit Pekai Tujuh, Kelantan. Ayah lima anak ini membangun tenda diatas bukit setinggi 20 meter sehingga sang putri dapat kuliah online dengan jaringan internet yang lancar. Tenda yang dibangun oleh Azmi ini didesain bak area kelas yang dapat memberi tambahan kenyamanan saat sang putri jalankan kuliah online.

Putri Azmi, Nurlieda Khaleeda, adalah mahasiswa teknologi laboratorium kedokteran th. ke dua berasal dari Univerisity Malaya. area kelas spesial Nurlieda yang dibangun oleh sang ayah diatas bukit ini ditambah dengan kursi, meja, laptop, dan modem nirkabel yang kabelnya mesti dipasang di tempat tinggal dan berjarak sekitar 30 meter berasal dari rumah.

Nurlieda menuturkan bahwa dirinya manfaatkan tenda area kelas ini tiap tiap hari, jikalau terhadap malam hari.

Pernah ke Kota Agar Mendapatkan Jaringan

Sebelum mendirikan tenda diatas bukit, Mohd Azmi termasuk dulu ke kota sehingga mendapatlan jaringan untuk kuliah online sang buah hati. Nurlidea menuturkan bahwa ini bukan pertama kali sang ayah membantunya sehingga meraih jaringan internet. Ayah berusia 48 th. ini dulu pergi ke kota yang jaraknya tiga kilometer cuma untuk mencari koneksi internet yang layak sehingga putrinya dapat kuliah online.

Namun, bisnis yang dilakuka oleh Azmi tidak berjalan lama. Kini dirinya berusaha alternatif lain sehingga sang putri dapat studi online dengan lancar. Usaha dan semangat Azmi untuk memfasilitasi buah hatinya ini pastinya menginspirasi. Dukungan dan semangat berasal dari sang ayah pastinya jadi suntikan sendiri untuk dirinya kuliah di tengah pandemi kala ini.

Selalu Menemani Sang Putri

Mohd Azmi tetap menemani sang putri saat menekuni kuliah online. Dilansir berasal dari World of Buzz, Azmi tetap mendamping sang putri saat studi ataupun ujian online. “Apalagi sekarang, karena hujan tiap tiap hari. Tenda tidak nyaman, namun kita tidak miliki pilihan demi era depannya. Bukan cuma kita yang menghadapi persoalan tersebut. Siswa lain di perguruan tinggi dan sekolah termasuk mengalami persoalan yang sama, ” Kata Azmi

Mahasiswa berusia 20 th. ini mengatakan bahwa dirinya menggunakan sekitar dua sampai tiga jam sehari di tenda untuk menekuni kelas online atau mengikuti ujiannya. Walaupun sang ayah sudah berusaha untuk membangun tenda diatas bukit, namun jaringan internet beberapa kali tidak stabil. Hal tersebut pastinya menahan kuliah online dan ujian online yang tengah dijalani Nurlieda.

Selain Nurlieda, banyak siswa dan mahasiswa lainnya yang menghadapi persoalan jaringan internet yang tidak stabil. Namun semangat para siswa dan mahasiswa yang menekuni kuliah online di tengah pandemi ini jadi ide untuk banyak orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *