Bikin Haru, Aksi Ibu-ibu Berbagi Nasi dan Sayuran Gratis ke Warga di Masa Pandemi
By: Date: 14/01/2021 Categories: Berita Inspirasi Tags:

Bikin Haru, Aksi Ibu-ibu Berbagi Nasi dan Sayuran Gratis ke Warga di Masa Pandemi

Bikin Haru, Aksi Ibu-ibu Berbagi Nasi dan Sayuran Gratis ke Warga di Masa Pandemi

Pandemi Corona Covid-19 telah berdampak luas ke berbagai sektor di sedang kehidupan masyarakat. Dampak yang begitu dirasakan penduduk yakni tambah sulitnya untuk memenuhi keperluan sehari-hari.

Namun di balik kesulitan tersebut, banyak ragam aksi kebaikan pun ikut keluar di berbagai area di Tanah Air. Pandemi membawa dampak orang saling melindungi dan saling menopang antar sesama. Banyak aksi bermunculan dalam gerakan kebaikan dengan banyak ragam cara. Tak kalau di Kota Yogyakarta.
FS88BET
Seperti aksi inspiratif dari ibu-ibu Komunitas Katupadumai di Bantul, Yogyakarta ini. Lewat aksi kebaikan selanjutnya mereka membawa dampak gerakan yang menopang banyak orang yang bernama Halte Sedekah. Jika kebanyakan halte jadi area pemberhentian bus, berbeda dengan Halte Sedekah yang jadi area banyak orang untuk memperoleh makanan hingga sayuran gratis.

Setiap hari, ibu-ibu dari komunitas Katupadumai yang dicetuskan oleh Sujiyati Farid, selaku founder sekaligus korlap komunitas ini akan menyediakan nasi bungkus secara gratis. Nasi bungkus itu akan ditaruh di dalam etalase di tepi jalan raya. Untuk setiap hari Jumat, Katupadumai akan menyediakan nasi dan juga sayuran gratis sejak pagi.

Komunitas Katupadumai merupakan komunitas ibu-ibu yang merupakan singkatan dari Kamu dan Aku Bersatu Padu Menuju Damai (damai di dunia dan akhirat). Komunitas ini dimotori oleh ibu Sujiati Farid dan ibu Rohmaniati Hidayah warga pedukuhan Kadirojo.

Rupanya, awal mula berdirinya Halte Sedekah diinisiasi oleh Ibu Sujiyati pada Juli 2020. Meski demikian, wanita berusia 50 tahun itu menyatakan kalau ide selanjutnya sebetulnya telah lama.

“Awal mulanya pada Juli 2020 sesudah itu mulai berjalan secara teratur pada September. Tapi sebetulnya ide ini telah terlampau lama aku pikirkan. Jadi ide lama, ide lama, baru mampu terealisasikan waktu pandemi ini,” tuturnya waktu ditemui di wilayah halte di tepi jalan Palbapang – Srandakan Bantul, Yogyakarta, Jumat (1/1/2021).

Pada waktu itu, ia lihat banyak orang terdampak pandemi dan butuh bantuan. Kemudian ibu Sujiati dengan ibu-ibu yang tergabung dalam group WhatsApp dengan kuantitas bagian 100 orang itu membentuk sebuah gerakan nasi bungkus gratis dan menyediakan ratusan nasi bungkus setiap harinya.

Sebelumnya, ibu-ibu ini membagikan makanan langsung kepada orang yang membutuhkan hingga salah satu bagian menyumbang etalase. Etalase selanjutnya memudahkan setiap orang untuk mengambil alih dan menempatkan makanan setiap harinya. Secara bergantian antara penyumbang nasi bungkus dan kunjungan orang yang membutuhkan diibaratkan layaknya halte bus.

Komunitas Katupadumai sebetulnya punya kesibukan rutin. Untuk kesibukan teratur harian yakni menyediakan nasi bungkus di etalase Halte Sedekah. Siapapun mampu mengambil alih nasi yang tersedia, dihimbau satu orang mengambil alih satu. Begitu juga, barang siapa mampu menempatkan nasi bungkus di etalase selanjutnya untuk warga lainnya.

“Jadi setiap harinya kami akan menyediakan nasi bungkus di letakan di etalase ini. Setidaknya tersedia 100 lebih bungkus nasi kami sediakan. Jadi ya kami masukan lalu ditinggal saja, tidak kami tunggui” ucap ibu Sujiati.

“Siapapun mampu ambil. Tidak cuma warga lebih kurang saja. Ojek online, warga yang sebetulnya membutuhkan pas lewat sini juga mampu ambil. Begitu juga, orang lain mampu isikan etalase ini. Misal tersedia orang yang tiba-tiba berniat menyumbang nasi bungkus kami terlampau persilahkan, berapa pun jumlahnya, 1 atau 5 atau berapapun, terserah” lanjutnya.

Untuk kesibukan mingguan, setiap Jumat komunitas Katupadumai akan membagikan berbagai macam bahan makanan dan sayuran gratis. Biasanya kesibukan ini dilakukan sejak pagi pukul 08.00 hingga sore. Kehadiran makanan inipun dinantikan banyak orang.

Jika tak kebagian, tak sedikit warga kudu menunggu hingga tersedia orang yang lagi membawa nasi bungkus untuk dititipkan di Halte Sedekah.

“Ya layaknya ini kalau hari Jumat. Selalu ramai yang mengantri untuk memperoleh sayur dan nasi bungkus gratis. Momen ini tetap membawa dampak aku suka nggak nyangka, ternyata nasi yang sebungkus itu tersedia yang menanti. Kita jadi semangat buat melanjutkan halte sedekah ini,” tutur wanita asal Gombong tersebut.

“Pagi ini jam 8 tadi tersedia 130 box nasi bungkus dan 100 lebih kantong yang memuat sayur, tempe, beras, telur dan juga kerupuk. Nanti siang tersedia tim lain akan bawa nasi lagi. Jadi setidaknya ratusan apalagi ribuan nasi bungkus disini”.

Saat ini, Halte Sedekah telah berlokasi di dua area yakni depan balai desa Palbapang Jalan Panembahan Senopati dan di depan balai desa Kebonagung, Imogiri.

Lebih lanjut, ibu Sujiati menceritakan kalau mulanya Halte Sedekah Katupadumai ini sebetulnya disasarkan untuk para kaum dhuafa atau golongan penduduk yang sebetulnya terlampau membutuhkan bantuan. Namun sejalan berjalannya waktu, Halte Sedekah jadi wadah share untuk siapa saja.

“Karena sesuai slogan kami ‘Siapapun Boleh Mengambil, Siapapun Boleh Mengisi’ jadi kami menyediakan halte ini untuk ke seluruh orang yang sebetulnya inginkan menikmati nasi bungkus gratis.”

“Misal meskipun yang mengambil alih orang yang istilahnya berkecukupan, aku percaya dibalik itu tentu tersedia berkahnya. Setiap suatu hal yang termakan oleh orang lain pastilah tersedia pahala yang akan terus mengalir. Terlebih lagi sehari-harinya halte ini kan sebetulnya tidak dijaga, aku percaya tersedia langit yang melihat,” lanjutnya.

Aksi ibu-ibu Komunitas Katupadumai rupanya begitu menginspirasi banyak orang. Bahkan galangan dana yang di terima oleh komunitas sejak 2016 ini selalu mengalir dari para donatur yang bersedia menyumbang.

Tak cuma itu, Halte Sedekah juga begitu ramai di media sosial. Banyak orang yang mengapresiasi langkah ibu-ibu ini untuk menopang sesama di sedang masa pandemi layaknya waktu sekarang.

“Ya, Halte Sedekah ini kan alhamdulillah telah banyak yang tahu. Tapi justru viralnya ini tidak membawa dampak aku puas. Justru dengan viralnya Halte Sedekah Katupadumai ini aku mulai jadi lebih bertanggung jawab. Tanggung jawabnya tambah besar,” ucapnya.

“Bagaimana aku mampu terus menggerakkan kesibukan ini, agar seluruh orang mampu terbantu terlebih para kaum dhuafa.” imbuh pendiri komunitas yang telah tercatat di badan hukum tersebut.

Halte Sedekah merupakan salah satu langkah kebaikan yang ada dari penduduk dan mampu dirasakan dampaknya oleh banyak orang. Halte Sedekah meminta kehadirannya mampu menopang setiap orang yang membutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *