Meja dan Kursi dari Bahan Sampah Plastik Bisnis Baru di Bali
By: Date: 16/12/2020 Categories: Berita Inspirasi

Meja dan Kursi dari Bahan Sampah Plastik Bisnis Baru di Bali – Berawal berasal dari keinginannya menolong masyarakat dan bank sampah untuk menyalurkan sampah plastik, Rumah Plastik di Desa Petandakan, Kabupaten Buleleng didirikan terhadap th. 2016. Rumah Plastik mengumpulkan sampah plastik untuk dicacah dan didistribusikan ke industri daur ulang. Selain itu, Rumah Plastik termasuk membawa dampak product rumah tangga berasal dari sampah lho. Perabotan ini ternyata banyak peminatnya sepanjang pandemik.

1. Mereka memerlukan 15 ton sampah plastik per bulan, di mana 95 persennya terserap ke industri daur ulang

Putu Eka Darmawan mengungkap keinginannya untuk mendirikan Rumah Plastik sebab melihat bank sampah maupun masyarakat di sekitarnya kesulitan menjual sampah plastik yang dikumpulkannya. Dari situ nampak ide. Eka sesudah itu mengirimkan sampah plastik yang ia membeli ke industri daur kembali di Bali.

“Sampah plastiknya kita cacah pernah lantas kirim ke industri daur kembali yang ada di Bali,

Rata-rata ia sanggup mengumpulkan 15 ton sampah per bulan. Pada bulan Oktober 2020 saja, jumlahnya meningkat menjadi 18 ton. Dari jumlah itu, lebih kurang 95 persennya terserap ke industri daur ulang. Sementara sisanya ia mengfungsikan sendiri untuk membawa dampak product daur kembali berupa perabotan rumah tangga.
2. Ia membeli seluruh tipe plastik bersama dengan kisaran harga Rp2000 hingga Rp5000 per kilogram

Untuk memenuhi keperluan plastik, Eka bekerja serupa bersama dengan bank sampah, pemulung, hingga pengepul yang ada di empat kabupaten/kota. Pasang Bola Yaitu Kabupaten Buleleng, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Bangli, dan Kota Denpasar. Ia membeli seluruh tipe plastik bersama dengan kisaran harga Rp2000 hingga Rp5000 per kilogram, tergantung berasal dari mutu plastiknya.

“Jadi saya sarankan bagi masyarakat yang hendak menjual sampah plastiknya, lebih pernah dipisah berasal dari sampah rumah tangga lain. Semakin bersih dan tidak cacat, maka harga jualnya sanggup lebih mahal,” kata Eka.

Eka menilai serapan sampah plastik yang paling besar adalah industri daur ulang.

“Untuk keperluan industri serapannya masih besar. Jadi berapa pun ada plastik, asal cocok spesifikasi pasti terserap,” jelasnya.

3. Permintaan product daur kembali Rumah Plastik meningkat 15 prosen setiap bulannya
Bisnis Baru di Bali, Meja dan Kursi berasal dari Bahan Sampah Plastik

Selain melaksanakan pemenuhan bahan baku untuk industri daur ulang, Rumah Plastik termasuk membawa dampak produknya sendiri. Selama pandemik ini, Eka mengaku keinginan produknya meningkat 15 prosen setiap bulan.

Namun ada satu hambatannya. Yaitu sistem pembuatan sampah plastik menjadi papan sebelum saat dibentuk menjadi product jadi. Sebab ada lebih dari satu langkah yang mesti ia lakukan. Seperti penyortiran plastik hingga level 7, dicacah, cuci, jemur, lantas dicetak menjadi papan.

“Kalau telah menjadi papan, umumnya pembuatan produknya kurang lebih empat hari jadi,” terangnya.

Untuk menghemat waktu pembuatan, ia umumnya membawa dampak papan plastik untuk tipe dan warna yang langka. Sehingga kala ada order, pelanggan hingga tidak menunggu lama. Harganya tergantung berasal dari kerumitan pembuatan produk. Namun harga yang paling murah di kisaran Rp250 ribu untuk product meja lesehan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *