Menginspirasi, Kisah Surani Sebagai Montir Bengkel Mobil di Sragen
By: Date: 19/01/2021 Categories: Berita Inspirasi Tags: ,

Menginspirasi, Kisah Surani Sebagai Montir Bengkel Mobil di Sragen

Menginspirasi, Kisah Surani Sebagai Montir Bengkel Mobil di Sragen

Pekerja bengkel atau montir adalah profesi yang umumnya didominasi oleh kaum laki-laki.

Namun, bukan artinya perempuan tak mampu bekerja di bidang ini. Hal tersebut dibuktikan terhitung oleh montir perempuan asal Sragen, Surani.
Bandar Taruhan
Meski pekerjaan sebagai montir banyak dijalankan para pria, tapi Surani miliki kebiasaan bermain beraneka peralatan bengkel terhitung bersama oli dan mesin kendaraan.

Dilansir berasal dari Solopos.com jaringan Info Suara.com, reputasi perempuan berusia 53 th. itu di dunia teknisi bengkel ternyata tidak mampu dipandang sebelah mata. Keahlian Surani didalam melakukan perbaikan rusaknya mobil mampu diandalkan.

Baginya, usia cuma hanya deretan angka. Nyatanya, ibu yang udah melahirkan tiga anak itu masih giat bekerja di bengkel mobil miliknya di jalan Sragen-Sambirejo, tepatnya di Dukuh Bontit, RT 26/RW 4, Desa Srimulyo, Gondang, Sragen.

“Awalnya cuma bantu-bantu bapak. Belajar sedikit demi sedikit. Lama-lama mampu sendiri,” ujar Surani saat berbincang bersama Solopos.com di bengkel miliknya pada momen Hari Ibu, Selasa (22/12/2020).

Surani bertekun dunia bengkel mobil sejak 1987, tepatnya sesudah dua th. ia dipersunting suaminya, Suranto, 58. Pada awalnya, Surani cuma berniat mendukung meringankan pekerjaan suaminya yang bekerja sebagai teknisi bengkel.

Dia sesungguhnya tidak dulu mengenyam pendidikan di jurusan teknik mesin. Namun, semangatnya untuk mendukung pekerjaan sang suami memudahkan dirinya mempelajari seluk beluk ilmu perbengkelan.

Pada awalnya, Suranto dan Surani dibantu oleh adiknya. Setelah adiknya menikah, ia dipersilakan mengakses bengkel sendiri. Hingga kini, bengkel itu cuma ditunggui oleh Surani dan suaminya. Ibu-ibu di Sragen itu mengakui pekerjaannya sebagai teknisi bengkel membutuhkan tenaga yang kuat.

Meski usianya tak lagi muda, ebagai seorang ibu ia jadi masih segar bugar untuk tetap bekerja sebagai teknisi bengkel.

“Tenaganya ya perlu kuat. Kalau gak kuat mana mampu melakukan perbaikan mobil,” selorohnya.

Umumnya, rusaknya mobil yang ditangani Surani selaku teknisi bengkel seputar perbaikan gardan, perbaikan shockbreaker, kaki-kaki, dan lain sebagainya.

Rata-rata pelanggan bengkel yang dikelola Surani bersama suaminya adalah para sopir truk.

“Sejak saya punya kendaraan, saya tidak dulu ke bengkel lain. Apa pun keluhannya saya selamanya ke bengkel ini. Istimewanya bengkel ini, pengerjaannya cepat, apalagi mau lembur. Terakhir, mobil saya diperbaiki sampai pukul 20.00 WIB malam,” ujar Dwi Purnomo, salah seorang pelanggan bengkel.

Sudah bertahun-tahun, Dwi Purnomo menjadi pelanggan selamanya bengkel milik Surani. Selama ini, dia serupa sekali tidak meragukan kekuatan Surani didalam melakukan perbaikan setiap keluhan berasal dari truk miliknya.

Baca Juga:
Sedih, Pembuat Sepeda Treadmill Asal Samarang Pernah Tinggal di Gerobak

Justru ia jadi terkesima bersama Surani yang mau terjun sebagai teknisi bengkel, pekerjaan yang umumnya digeluti oleh laki-laki.

Dwi Purnomo jadi bahagia bersama hasil pekerjaan Surani. Untuk itu, ia tidak dulu berpikir untuk tukar ke bengkel lain.

“Banyak pria tidak mengerti berkaitan seluk beluk ilmu perbengkelan. Tapi, bersama belajar bersama suami, Bu Surani mampu mempraktikkan segera ilmu perbengkelan itu. Ibu Surani adalah wanita perkasa karena mampu mengerjakan pekerjaan yang umumnya ditangani laki-laki,” papar Dwi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *